Seorang pembicara
sukses bernama Larry Julian pernah menulis satu buku berjudul ‘God is my CEO’,
buku ini berisi pengembangan kepemimpinan yang menerapkan prinsip-prinsip
spiritual untuk meraih sukses. Dalam buku ini, Larry menggambarkan beragam
fenomena kehidupan yang bisa disikapi secara arif dengan menempatkan Tuhan pada
aras level yang paling tinggi. Dengan menyerahkan semua persoalan dan mencari
solusi atas persoalan berdasarkan petunjuk Tuhan sebagai pengendali tertinggi
atas semua persoalan hidup kita, termasuk menjadi motivator.
Motivasi adalah sumber air yang mampu menyembuhkan rasa
dahaga. Dengan begitu seseorang harus mencari apa yang menjadi sumber motivasinya
agar saat kekosongan itu dapat kembali diisi dari sumber yang tepat.
Dalam buku berjudul Let
the Little Dream Keep Burning, Pdt Ir Samuel H. Tirtamihardja, Msc,
menjabarkan beberapa sumber motivasi yang benar yakni:
1. Yang
Maha Kuasa
Sumber motivasi ini
menjadi posisi teratas karena sumber yang datang dari atas mempunyai kekuatan
yang luar biasa dan tidak ada habisnya.
Dalam Yesaya
dituliskan, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan
sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya”. Artinya, orang
yang sudah hancur sekalipun, tidak akan didiamkan tidak berdaya, namun akan
ditolong oleh-Nya kalau kita mencari-Nya. Seseorang akan mendapatkan banyak hal
yang tak ternilai dalam menjalankan hidupnya kalau atasannya adalah Tuhan. Ia
akan mendapat kedamaian, kesuksesan dan kelegaan. Jadi Tuhan adalah sumber air
yang tidak akan kering dan dapat mengaliri kehidupan kita, kalau kita mau
menjadi saluran pipa-Nya.
2. Diri
sendiri
Setelah mendapat
motivasi dari Tuhan, maka motivasi yang baik akan datang dari diri kita
sendiri. Keputusan untuk mencapai sesuatu yang kita cita-citakan ada di tangan
kita. Kita harus memiliki raksasa dalam diri kita atau The Giant
within, yang perlu dibangunkan.
Oprah Winfrey, seorang
presenter terkaya dunia, waktu kecilnya diperkosa oleh saudaranya. Harusnya ia
malu dengan dan menyembunyikan dirinya. Namun dalam penderitaannya ia dapat
berkata. “Setiap keluarga mempunyai aib masing-masing. Yang berbeda hanya
bentuk dan jenisnya. Aib itu dapat kita sembunyikan, tetapi luka batinnya
memang tetap pedih”.
Ia tidak mau terbenam
dalam masa lalunya yang kelam, sebaliknya dari kekelaman itu timbul motivasi
untuk menolong orang lain yang menderita berbagai tekanan hidup. Ia bisa
menolong banyak orang yang telah diperkosa, yang putus asa dan yang membenci
dirinya sendiri. Ia boleh sembuh karena motivasi dalam dirinya untuk memilih
keluar dari kondisi itu.
3.
Orang bijak
Disekeliling kita
banyak sekali orang bijak yakni guru, mentor, orang tua dan rohaniawan. Saat
kita bergaul dengan orang bijak, maka akan menjadi bijaklah kita. Setiap orang
yang ingin sukses pastinya akan belajar dari orang-orang sukses, maka jangan
pernah bertanya kepada orang-orang gagal. Padangan mereka dapat meracuni
motivasi Anda karena mereka memang tidak pernah berhasil dalam usahanya.
4.
Membaca buku
Membaca buku merupakan
sumber pengetahuan yang tidak ada habis-habisnya. Kita dapat membaca kisah petualangan,
kepahlawanan dari orang-orang yang telah berhasil dalam hidupnya. Sehingga kita
tak perlu mengalami kegagalan seperti saat mereka gagal. Membaca buku
memampukan kita termotivasi dan mengubahkan sikap kita.
5.
Riwayat hidup orang sukses
Sumber motivasi yang
lain juga bisa didapatkan dari mempelajari riwayat hidup orang sukses dari
buku, film atau media lainnya. Sejumlah kisah-kisah inspiratif orang-orang yang
telah sukses menjadi orang Kristen atau yang sukses dalam kehidupannya
mengajarkan kita tentang proses perjalanan panjangnya menjalani kehidupan. Hal
itu secara langsung akan terpatri dalam benak dan mendorong kita untuk
menerapkannya dalam diri kita secara pribadi.
Jadi, jangan pernah
berlama-lama kehilangan motivasi. Sebab Tuhan menyediakan sumber motivasi yang
dapat membuat kita bangkit kembali dari keterpurukan. Andalkan Tuhan sebagai
CEO Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar