“Jikalau Tuhan itu cinta, maka cinta
itu tidak ada batasnya, sebab Tuhan tidak dapat diukur dengan batas-batas.”
(St. Leo Agung)
BACAAN INJIL
Yesaya 65:17-21
Setelah
anaknya yang hampir mati itu sembuh, pegawai istana dan seluruh keluarganya
percaya kepada Yesus. Penyembuhan mendahului iman.
65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku
menciptakan langit yang baru dan bumi n yang baru 5 ;
hal-hal yang dahulu tidak akan diingat o lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam
hati. 65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak p untuk selama-lamanya atas apa yang
Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem q penuh sorak-sorak dan penduduknya
penuh kegirangan. 65:19 Aku akan bersorak-sorak r karena Yerusalem, dan bergirang s karena
umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan t dan bunyi erangpun tidak. 65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi u yang hanya hidup beberapa hari 6 atau orang tua yang tidak mencapai
umur suntuk, v sebab siapa yang mati pada umur
seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur
seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 65:21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah w dan mendiaminya juga; mereka akan
menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya x juga.
Renungan
Hidup dalam kegembiraan dan sukacita merupakan
pesan penting dari Allah. Allah senantiasa menginginkan agar manusia, umat
kesayangan-Nya hidup dalam sukacita. Sukacita ini tumbuh karena iman. Dalam
iman manusia merasakan Allah yang bekerja. Dalam iman, segala sesuatunya
membawa sukacita dalam hidup. Adakah Anda mengalami sukacita ini dalam keluarga
atau dalam komunitas ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar