Senin, 20 Maret 2017

Hari Raya Santo Yusuf (Suami Santa Perawan Maria)


“Percayakan dirimu kepada perlindungan suamiku yang paling murni, Yusuf.” (St. Perawan Maria, 19 Maret 1996)


BACAAN INJIL

Matius 1:16-24a

1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, n  yang melahirkan Yesus 4  yang disebut Kristus. o  1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
Kelahiran Yesus Kristus
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, p  sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya q  dengan diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat r  Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi s  dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus 5 , t karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa u  mereka." 1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah v  yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki 6 , dan mereka akan menamakan Dia Imanuel w " --yang berarti: Allah menyertai kita. 1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat x

Doa kepada St. Yusuf
Ya St. Yusuf, yang pertolongannya begitu nyata, begitu kuat, begitu segera di hadapan takhta Allah, aku menempatkan ke dalam tangan-tanganmu yang kudus segala hasrat dan kerinduanku.
Ya St. Yusuf, tolonglah aku dengan perantaraanmu yang penuh daya kuasa dan perolehkanlah bagiku segala rahmat dan berkat rohani melalui Putra asuhmu, Yesus Kristus, Tuhan kami, sehingga dengan bertaut di dunia pada kuasa surgawimu, aku dapat menyampaikan segala puji syukur dan sembah sujudku kepada Allah.
            Ya, St. Yusuf, tak pernah bosan aku merenungkan engkau dengan Kanak-kanak Yesus tertidur pulas dalam pelukanmu. Tak berani aku mendekat, sementara Ia beristirahat begitu lelap di dadamu. Dekaplah Ia untukku, kecuplah kepala-Nya yang kudus untukku, dan mohonkanlah kepada-Nya untuk membalas kecupanku kelak saat aku menghembuskan napas terakhirku.
            St. Yusuf, pelindung jiwa-jiwa yang berpulang, doakanlah aku. Amin. (Sumber : http://yesaya.indocell.net/id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rapat membahas Next Touring