Kamis, 30 Maret 2017

Bacaan Kitab Suci Pekan IV Prapaskah (30 Maret 2017)


“Kemenangan salib tidak tertutup bagi orang lemah, siapa pun juga.” (St. Leo Agung)

BACAAN INJIL

Yohanes 5:31-47

Bukan manusia yang memberi kesaksian tentang Yesus tapi Allah Bapa-Nya sendiri. Maka, kesaksian itu benar. Kebenaran itu nyata karena Yesus selalu mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kehendak Bapa-Nya.

 5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; d  5:32 ada yang lain yang bersaksi tentang Aku e  dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. 5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi f  tentang kebenaran; 5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian g  dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. h  5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya i  dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, j  yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan k  sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. l  5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. m  Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun n  tidak pernah kamu lihat, 5:38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, o  sebab kamu tidak percaya p  kepada Dia yang diutus-Nya. q  5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, r  sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, s  tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, t  5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku u  untuk memperoleh hidup itu. 5:41 Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. v  5:42 Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. 5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. 5:44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain 12  dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? w  5:45 Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, x  yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh y  pengharapanmu. 5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. z  5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya 13 , bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan? a " 

Renungan
Mudah berpaling dari Allah dan sikap tegar tengkuk merupakan bagian dari hidup manusia. Perilaku yang demikian tidak menyenangkan hati Allah dan menjauhkan berkat. Yesus sendiri mengecam tindakan tersebut. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita berperilaku demikian ? Masa prapaskah menjadi saat penuh rahmat untuk bertobat dan membarui diri.

Rabu, 29 Maret 2017

Bacaan Kitab Suci Pekan IV Prapaskah (29 Maret 2017)


“Perbuatan baik harus dilakukan dengan gembira, tidak dengan muram.” (St. Gregorius dari Nazianze)

BACAAN INJIL

Yohanes 5:17-30

Orang-orang Yahudi semakin berhasrat untuk membunuh Yesus. Bukan hanya karena Dia meniadakan hari Sabat, tapi lebih-lebih karena Dia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya.

5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku f  bekerja g  sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." 5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, h  bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah 5 . i 
Kesaksian Yesus tentang diri-Nya
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, j  jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak k  dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, l  sehingga kamu menjadi heran. 5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, m  demikian juga Anak menghidupkan n  barangsiapa yang dikehendaki-Nya. 5:22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, o  5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. p  5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya 6  kepada Dia yang mengutus Aku, q  ia mempunyai hidup yang kekal r  dan tidak turut dihukum 7 , s  sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. t  5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, u  bahwa orang-orang mati akan mendengar v  suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup w  dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri 8 5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, x  karena Ia adalah Anak Manusia. 5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, y  bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 5:29 dan mereka yang telah berbuat baik 9  akan keluar dan bangkit untuk hidup 10 yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat 11  akan bangkit untuk dihukum. z  5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa a  dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, b  sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. 

Renungan
Allah adalah Allah yang peduli. Ia senantiasa memperhatikan kehidupan umat-Nya. Ia selalu memberikan yang terbaik. Allah juga adalah Bapa kita. Bapa yang selalu menyayangi anak-anak-Nya. Apakah kita sungguh berlaku sebagai anak-anak-Nya ? St. Yohanes Krisostomus, Si Mulut Emas, mengingatkan kita begini, “Kalian tidak dapat menamakan Bapamu itu Allah dari segala yang baik, kalau kalian tidak mempunyai hati yang tidak manusiawi dan kejam. Karena dalam hal ini kalian tidak lagi memiliki tanda kebaikan dari Bapa surgawi.

Selasa, 28 Maret 2017

Bacaan Kitab Suci Pekan IV Prapaskah (28 Maret 2017)



“Tidak ada karya bakti umat beriman yang lebih berkenan kepada Tuhan daripada yang ditujukan kepada kaum miskin” (St. Leo Agung)

BACAAN INJIL

Yehezkiel 47:1-12

Yesus menyembuhkan orang yang sudah tiga puluh delapan tahun sakit lumpuh pada hari Sabat. Setelah tahu bahwa Yesus yang menyembuhkannya, ia beritakan kepada orang Yahudi bahwa Yesuslah yang menyembuhkan dia.

47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air b  keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci 1  itu, sebelah selatan mezbah. c  47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utarad  dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur e  di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. 47:4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. 47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, f  di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi g  lagi. 47:6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai. 47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai h  itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, i  dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, j  47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. k 47:10 Maka penangkap-penangkap ikan l  penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi m  sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat n  dan di sungai itu ada berjenis-jenis o  ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, p  sangat banyak.47:11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam. q  47:12 Pada kedua tepi sungai r  itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya s  tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus t  itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat. u "

Renungan
Air membawa kesuburan, menumbuhkan tetumbuhan. Air juga menyegarkan mereka yang kehausan. Air memberi ketenangan kepada setiap orang. Yesus, Air Hidup, memberi pengampunan dan keselamatan. Sudahkah kita meneguk Air Hidup yang ditawarkan-Nya ? Tanpa Air Hidup ini kita akan mengalami kekeringan dan akhirnya mati. Tetapi dengan-Nya kita terus bertumbuh hingga menghasilkan buah dalam berbagai keutamaan Kristiani. Dengan-Nya pula, orang yang sakit beroleh kesembuhan. Kisah Injil hari ini adalah salah satu contohnya.

Senin, 27 Maret 2017

Bacaan Kitab Suci Pekan IV Prapaskah (27 Maret 2017)


“Jikalau Tuhan itu cinta, maka cinta itu tidak ada batasnya, sebab Tuhan tidak dapat diukur dengan batas-batas.” (St. Leo Agung)

BACAAN INJIL

Yesaya 65:17-21

Setelah anaknya yang hampir mati itu sembuh, pegawai istana dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus. Penyembuhan mendahului iman.

65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi n  yang baru 5 ; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat o  lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak p  untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem q  penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 65:19 Aku akan bersorak-sorak r  karena Yerusalem, dan bergirang s karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan t  dan bunyi erangpun tidak. 65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi u  yang hanya hidup beberapa hari 6  atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, v  sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 65:21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah w  dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya x  juga. 

Renungan
Hidup dalam kegembiraan dan sukacita merupakan pesan penting dari Allah. Allah senantiasa menginginkan agar manusia, umat kesayangan-Nya hidup dalam sukacita. Sukacita ini tumbuh karena iman. Dalam iman manusia merasakan Allah yang bekerja. Dalam iman, segala sesuatunya membawa sukacita dalam hidup. Adakah Anda mengalami sukacita ini dalam keluarga atau dalam komunitas ?

Jumat, 24 Maret 2017

Bacaan Kitab Suci Pekan III Prapaskah (24 Maret 2017)


“Allah tidak pernah lelah mengampuni kita; kita adalah orang-orang yang lelah mencari belas kasih-Nya” (Paus Fransiskus)

BACAAN INJIL

Lukas 12:28-34

Setelah membenarkan jawaban Yesus bahwa perintah yang paling utama ialah mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, ahli Taurat itu menambahkan bahwa lebih utama dari semua kurban bakar dan persembahan. Dengan jawaban itu, Yesus memuji dia karena dia tidak jauh lagi dari Kerajaan Allah.

12:28 Lalu seorang ahli Taurat, l  yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu 4 , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. m  12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia 5  seperti dirimu sendiri. n  Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. o  12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan. p " 12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah! q " Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan r  sesuatu kepada Yesus.

Renungan
Berbuat salah adalah bagian dari hidup manusia. Bertobat adalah ungkapan sesal akan kesalahan yang telah dilakukannya. Mendapat pengampunan adalah hak manusia yang meminta kepada Allah yang Maharahim dan mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti menyadari bahwa Allah telah lebih dahulu mencintainya. Jika kita telah dimampukan untuk mengasihi, baik kepada Allah maupun kepada sesama, mengapa kita tidak melakukannya ? Jangan sia-siakan kasih Allah itu !

Kamis, 23 Maret 2017

Bacaan Kitab Suci Pekan III Prapaskah (23 Maret 2017)


“Kristus tidak melakukan kejahatan, dan tipu daya tidak ada pada bibir-Nya. Tetapi Ia menanggung kesengsaraan salib demi penebusan kita.” (St. Gregorius Agung)

BACAAN INJIL

Lukas 11:14-23

Yesus menegaskan bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa Allah bukan dengan kuasa penghulu setan. Tidak mungkin Kerajaan Allah datang oleh kuasa setan. Iri hati menghambat karya keselamatan di dunia.

11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah k  orang banyak. 11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan l dengan kuasa Beelzebul, m  penghulu setan." 11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga n  kepada-Nya, untuk mencobai Dia. 11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka o  lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. 11:18 Jikalau Iblis p  itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. 11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, q  maka sesungguhnya Kerajaan Allah 1  r  sudah datang kepadamu. 11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. 11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. 11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku 2  dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. s "

Renungan
Hidup itu sebuah pilihan. Orang bisa memilih berada di pihak Allah atau berseberangan dengan Allah. Orang yang memihak Allah akan mendapat bahagia, sedangkan orang yang berseberangan dengan Allah mendapat celaka. Siapa bersama Yesus, Kerajaan Allah menjadi ganjarannya. Akan tetapi, siapa tidak bersama Yesus, kuasa setan merajalela. Pada Masa Prapaskah ini, renungkan dan bawalah dalam doa lalu buatlah pilihan dengan bijaksana : mau hidup bahagia atau celaka !

Rabu, 22 Maret 2017

Bacaan Kitab Suci Pekan III Prapaskah (22 Maret 2017)


“Kalau timbul karat pada cermin, orang tidak dapat melihat gambaran wajah di dalamnya; begitulah kalau ada dosa pada manusia, ia tidak dapat melihat Allah.” (St. Theophilus dari Antiokhia)

BACAAN INJIL

Matius 5:17-19

Yesus datang bukan meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi melainkan untuk menggenapinya. Hanya mereka yang melakukan Hukum Tuhan akan disempurnakan dan menduduki tempat tinggi di dalam Kerajaan Allah.

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya 11 . a  5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. b  5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat c  sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga 12 .

RENUNGAN
Setia kepada perintah Tuhan dan melaksanakannya adalah dambaan setiap orang beriman. Kesetiaan tersebut membawa kegembiraan dan berkat. Yesus sebagai Pembaru juga setia melaksanakan Hukum-hukum Taurat. Ada tempat istimewa, tempat yang tinggi, yang dijanjikan Yesus bagi mereka yang berlaku istimewa. Tidakkah kita juga menginginkan tempat istimewa bersama Yesus ?

Selasa, 21 Maret 2017

Bacaan Kitab Suci Pekan III Prapaskah (21 Maret 2017)

“Puasa tidak bertumbuh, kalau tidak disiram dengan amal. Kalau amal mengering, puasa menderita kekeringan, sebab puasa itu ibarat hujan bagi tanah.” (St. Petrus Krisologus)

BACAAN INJIL

Matius 18:21-35

Petrus diajarkan oleh Yesus untuk mengampuni sesama tanpa batas. Bila Allah sudah berbelas kasih dan mengampuni kita maka kita juga harus berbelas kasih dan mengampuni sesama.

18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? k  Sampai tujuh kali? l " 18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. m  18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama n  seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan o  dengan hamba-hambanya. 18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan p  hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual q  beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, r  katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 18:31Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 18:32Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni 1  saudaramu dengan segenap hatimu. s "

RENUNGAN
Azarnya berseru kepada Allah karena imannya kepada Allah yang selalu memegang janji. Karena seruannya, jiwanya dibebaskan dari bencana. Hamba dibebaskan dari hutang karena memohon pengampunan kepada tuannya. Tetapi, hamba juga menerima hukuman karena tidak mengampuni saudaranya. Apa pilihan kita ? Tidakkah kita akan mengampuni juga sesama saudara kita ? Lakukan itu di Masa Prapaskah, masa yang penuh rahmat ini !

Senin, 20 Maret 2017

Hari Raya Santo Yusuf (Suami Santa Perawan Maria)


“Percayakan dirimu kepada perlindungan suamiku yang paling murni, Yusuf.” (St. Perawan Maria, 19 Maret 1996)


BACAAN INJIL

Matius 1:16-24a

1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, n  yang melahirkan Yesus 4  yang disebut Kristus. o  1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
Kelahiran Yesus Kristus
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, p  sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya q  dengan diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat r  Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi s  dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus 5 , t karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa u  mereka." 1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah v  yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki 6 , dan mereka akan menamakan Dia Imanuel w " --yang berarti: Allah menyertai kita. 1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat x

Doa kepada St. Yusuf
Ya St. Yusuf, yang pertolongannya begitu nyata, begitu kuat, begitu segera di hadapan takhta Allah, aku menempatkan ke dalam tangan-tanganmu yang kudus segala hasrat dan kerinduanku.
Ya St. Yusuf, tolonglah aku dengan perantaraanmu yang penuh daya kuasa dan perolehkanlah bagiku segala rahmat dan berkat rohani melalui Putra asuhmu, Yesus Kristus, Tuhan kami, sehingga dengan bertaut di dunia pada kuasa surgawimu, aku dapat menyampaikan segala puji syukur dan sembah sujudku kepada Allah.
            Ya, St. Yusuf, tak pernah bosan aku merenungkan engkau dengan Kanak-kanak Yesus tertidur pulas dalam pelukanmu. Tak berani aku mendekat, sementara Ia beristirahat begitu lelap di dadamu. Dekaplah Ia untukku, kecuplah kepala-Nya yang kudus untukku, dan mohonkanlah kepada-Nya untuk membalas kecupanku kelak saat aku menghembuskan napas terakhirku.
            St. Yusuf, pelindung jiwa-jiwa yang berpulang, doakanlah aku. Amin. (Sumber : http://yesaya.indocell.net/id

Rapat membahas Next Touring